Tim Satgas Kesehatan, Pendidikan dan Psikosisal DPMK ITB melakukan edukasi pendidikan aplikatif untuk menunjang pembelajaran sekolah di SDN Karya Bakti dan MTs Al-Amin Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

Tim Satgas Kesehatan, Pendidikan dan Psikosisal DPMK ITB melakukan edukasi pendidikan aplikatif untuk menunjang pembelajaran sekolah di SDN Karya Bakti dan MTs Al-Amin Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

Sebagai rangkaian kegiatan skema Top Down dari DPMK (Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB kepada korban bencana longsor kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, tim satgas pendidikan kesehatan, pendidikan dan psikososial DPMK ITB mengadakan kegiatan bersama siswa SDN Karya Bakti dan MTs Al-Amin pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2026 di kawasan SDN Karya Bakti dan MTs Al-Amin Desa Pasirlangu yang merupakan tempat Bencana Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat awal tahun 2026. Kegiatan ini memberikan simulasi pendidikan darurat aplikatif dan mitigasi pasca bencana berbasis sains dan seni kepada 40 siswa SD dan 40 siswa MTs beserta guru pendamping. Meteri kegiatan dibawakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari FMIPA dan FSRD ITB yaitu Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si (Dosen Kelompok Keilmuan Kimia Analitik, Program Studi Kimia FMIPA ITB), Dr. Getbogi Hikmawan, M.Si (Dosen Kelompok Keilmuan Fisika Teori Energi Tinggi, Program Studi Fisika FMIPA ITB),  Dr. Alvanov Zpalanzani Mansoor, M.M (Dosen Kelompok Keilmuan Komunikasi Visual dan Multimedia FSRD ITB) dan Dr. Hendy Nansha, MSn., MH (Dosen Kelompok Keilmuan Kriya dan Tradisi FSRD ITB). Beberapa aktivitas percobaan/praktek dilakukan kepada siswa dengan memberikan pendidikan aplikatif interaktif kepada siswa dengan mengenalkan implementasi keilmuan masing-masing seperti percobaan kimia sederhana sebaga media pembeljaran sains IPA di sekolah,  Demonstrasi Konsep Fisika sebagai Media Pendidikan Darurat Pasca Bencana dan Edukasi Psikososial melalui Boardgame di SDN Karya Bakti. Berikut beberapa ulasan meteri kegiatannya:

Percobaan Kimia Sederhana dari bahan sehari-hari sebagai Media pembelajaran Sains di Sekolah

Percobaan Kimia Sederhana digunakan sebagai media pembelajaran aplikatif, efektif dan menyenangkan yang dapat diimplementasikan di sekolah dengan bahan dan peralatan sehari-hari. Beberapa percobaan kimia seperti Balon Hidrogen, pesan rahasia dan indikator alami dari sayur-sayuran serta gunung meletus menjadi pilihan dengan memanfaatkan komoditas sayuran yang ada di daerah bencana serta bahan alami yang ditemui di rumah tangga.

  1. Balon Hidrogen

Pada percobaan ini balon diisi dengan gas hidrogen hasil reaksi antara aluminium foil dan larutan basa. Gas hidrogen merupakan gas bermassa jenis ringan dapat diproduksi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan reduksi air menggunakan aluminium dalam keadaan basa. Reaksi tersebut menghasilkan gas hidrogen yang kemudian dimasukkan ke dalam balon sehingga balon akan mengembang.

  1. Pesan Rahasia dan Indikator alami dari sayur-sayuran

Indikator asam basa dapat dimanfaatkan sebagai eksperimen sederhana dengan cara memainkan perubahan warna, yaitu membuat sebuah “pesan rahasia”. Indikator fenolftalein yang berwarna bening dapat dituliskan pada kertas HVS, namun catatan yang tertulis tidak akan terlihat. Tulisan ini dapat dilihat jika permukaan kertas diusapkan sebuah kapas basah yang mengandung larutan basa seperti bubuk soda kue. saat kertas tersebut diusapkan dengan kapas basah yang mengandung larutan basa, maka tulisan berwarna merah muda akan timbul. Warna ini berasal dari perubahan indikator dari kol ungu dari yang awalnya tidak berwarna menjadi berwarna merah muda saat ditambahkan dengan zat basa.

 Selain itu, indikator pH secara alami menggunakan sayur-sayuran seperti kol ungu, bunga sepatu yang merupakan salah satu produk perkebunan Cisarua menjadi suatu bahan yang dapat diekstrak dan menghasilkan warna sebagai iindikator pH alami.

Perubahan warna pada ekstrak kembang sepatu terjadi akibat adanya senyawa antosianin Ketika dalam lingkungan asam akan memberikan warna merah terang, suasana basa memberikan warna hijau tua, dan lingkungan netral memberikan warna ungu. Pada percobaan ini akan dilihat bagaimana salah satu senyawa turunan flavonoid, yaitu antosianin yang terkandung dalam kol merah pada beberapa kondisi larutan yang berbeda. Antosianin dapat menghasilkan warna kuning pada kondisi basa kuat, hijau pada kondisi basa lemah, ungu pada asam lemah, serta merah muda pada kondisi pH yang sangat asam. Oleh karena itu, bahan alami yang mengandung antosianin sering digunakan sebagai indikator asam basa alami, Bunga sepatu, bunga asoka, dan kol ungu dapat digunakan sebagai indikator alami asam basa karena memberikan perubahan warna yang cukup jelas pada kondisi larutan dengan pH yang berbeda.

  1. Percobaan Gunung Berapi

Percobaan ini didasarkan pada reaksi kimia antara asam dan basa yang menghasilkan gas karbon dioksida. Gas karbon dioksida kemudian mendorong keluar cairan sabun, menciptakan efek letusan gunung berapi. Percobaan ini bisa digabungkan dengan kreatifitas seni kreativitas siswa dalam membuat suatu miniatur gunung yang dapat dimainkan dalam drama/cerita atau keterampilan di sekolah. Pada percobaan ini menggunakan bahan-bahan yang mudah dijangkau seperti detergen, pewarna makanan, baking soda dan cuka yang dapat ditemui sehari-hari